Berhentinya Keuntungan Saham ASIA Sebagai Pencerminan Data PMI Perekonomian Cina Yang Lambat; Dollar Australia Dan Baht meluncur

PMIsaham asia tersentak kenaikkan laba selama dua hari setelah adanya laporan swasta mengisyaratkan terjadinya pertumbuhan yang lambat dari sektor industri di china. Dollar australia melemah dari antara beberapa mata uang utama lainnya, dan baht thailand mundur dari posisi tertinggi selama 16 tahun. Index MSCI asia pasifik turun 0.1 persen pada 10:54 di tokyo, ketika index S&P/ASX 200 australia naik 1 persen, indeks standard & poor 500 futures, dan kontrak nasdaq 100 meluncur 0.1 persen, dan disebutkan Aussie merosot menjadi $ 1,0224, sementara baht sendiri meluncur 0.3 persen mejadi 28.79 per dollar, Yen menguat 0,1 persen menjadi 99,12 perdolar, memperluas rally 0,3 persen kemarin. Tembaga di London turun 0,8 persen menjadi $ 6.877 per ton.
pembacaan sementara 50.5 untuk PMI China yang dirilis oleh HSBC Holding plc, dan ekonomi pasar dibandingkan dengan hasil terakhir 51.6 pada bulan maret, dan 51.5 dari hasil estimasi dalam survei yang dilakukan bloomberg News

“Bahkan di tengah pelonggaran likuiditas berlimpah, pasar melihat prospek pertumbuhan China agak lebih lambat,” pendapat dari Todd Elmer, ahli strategi mata uang di Singapura di Citigroup Inc “Ini indikasi terjadinya tren terbaru terhadap kelemahan dari Cina, jadi itu merupakan pengaruh buruk untuk aset yang terkait dan kemungkinan akan meningkatkan beberapa tekanan pada Aussie. ”

Comments