BI : Utang Luar Negeri Swasta Belum Mengkhawatirkan

dolar amerikaBank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia sebesar 264,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.116,380 triliun. ULN sektor swasta terus meningkat porsinya.

Berdasarkan data BI, porsi utang swasta di 2013 mencapai 53,21 %, naik menjadi 140,51 miliar dollar AS. Sebelumnya di 2012, porsi utang swasta 126,25 miliar dollar AS atau sebesar 50 % dari total utang.

“Kalau seandainya ada peningkatan utang itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Yang perlu diperhatikan adalah jangka waktunya, mata uangnya, dan pengelolaannya utang itu tujuannya untuk produktif,” kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Agus mengungkapkan, jika utang ditujukan untuk kegiatan yang sifatnya produktif, tentu dapat menghasilkan servis terhadap utang dalam bentuk pembayaran bunga dan cicilan utang dengan baik. Namun bila utang digunakan untuk spekulasi maka hanya akan menambah beban terhadap ekonomi Indonesia.

“Bagi Indonesia tantangannya adalah selama ini pembiayaan dari perbankan nasional sudah tinggi. Idealnya pembiayaan dari pasar modal dalam bentuk obligasi, ekuitas itu bisa berkembang. Ini tentu akan membuat alternatif seperti penarikan pinjaman dari luar negeri tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Agus memandang porsi ULN swasta secara umum masih baik. Namun demikian, harus diperhatikan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk sesuatu yang produktif. “Kita mesti jaga tujuannya untuk produktif, tidak untuk spekulasi, dijaga mata uangnya, jatuh temponya dan jenis bunga apakah fix atau floating,” jelas Agus. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*