Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Bisa Capai 6,2 Persen

ekonomi jakartaEkonom Bank Pembangunan Asia (ADB) Edimon Ginting mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 masih bisa mencapai angka kisaran 6,1 persen-6,2 persen dengan dukungan dari sektor investasi.

“Investasi akan masih cukup bagus meskipun tidak sekencang 2012, pertumbuhan kita akan tetap kuat,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Edimon menambahkan pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh perbaikan kinerja belanja modal untuk infrastruktur yang memiliki alokasi lebih besar dari tahun sebelumnya.

“Kita lihat belanja infrastruktur lebih besar dari persentase 2012, kalau itu diserap semua, kontribusinya akan cukup besar,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi, maka pemerintah memiliki dana untuk belanja infrastruktur yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tidak akan turun terlalu jauh dari angka 6,2 persen, karena konsumsi domestik masih cukup baik dan kinerja ekspor memperlihatkan perbaikan.

“Tahun lalu, dampak dari 2011 ke ekspor 2012 itu kan negatif, sekarang kontribusi negatifnya tidak terlalu besar. Sedangkan konsumsi domestik tetap kuat karena masih ada ruang,” ujar Edimon.

Sementara, terkait laju inflasi yang diperkirakan meningkat akibat adanya kebijakan harga BBM, Edimon memperkirakan masih akan terkendali sesuai asumsi pemerintah yaitu 7,2 persen.

“Inflasi 7,2 persen itu cukup, tidak akan mengakibatkan jumlah kemiskinan meningkat lagi dalam jumlah signifikan. Kalau pertumbuhan tetap enam persen, kemiskinan akan turun lagi,” tukasnya.

Pemerintah dalam APBN-Perubahan 2013 menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,3 persen (yoy), sedangkan para triwulan I pertumbuhan telah tercatat sebesar 6,02 persen.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*