Fase Tekanan Pelemahan Rupiah Masih Terus Membayangi Pergerakan Rupiah

nilai tukar rupiah jatuh terhadap dolar asFase tekanan pelemahan masih membayangi pergerakan rupiah. Namun, negatifnya data terbaru di Amerika Serikat dapat menahan tekanan atas mata uang garuda.

Walaupun Durable Goods Orders diumumkan lebih baik, naiknya Jobless Claims di AS serta baiknya data Business Climate Jerman mendorong turunnya Dollar Index. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga turun ke 2,680 persen sampai dini hari tadi.

Situasi ini menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia diperkirakan membantu mata uang di Asia pagi ini untuk menguat.  Data Market Services PMI AS ditunggu malam ini dan diperkirakan tidak berubah.

Rupiah menguat ke Rp 11.600 per dollar AS sampai kemarin sore setelah tekanan penguatan dollar AS di pasar global mereda.

Kemungkinan berlanjutnya penguatan bisa terjadi hari ini setelah data AS menunjukkan hasil yang kurang baik walaupun tingginya permintaan dollar AS untuk impor di akhir bulan masih akan menjaga tekanan pelemahan. Pekan depan sentimen domestik akan mulai masuk ketika data neraca perdagangan dan inflasi diumumkan. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*