Harga Emas Semakin Mahal Terimbas Data AS Yang Buruk

emas batanganEmas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup pada tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Kamis (13/2/2014) waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena angka ekonomi AS mengecewakan.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik 5,1 dollar AS atau 0,39 % menjadi ditutup pada 1.300,1 dollar AS per ounce. Harga emas sejauh ini naik untuk sesi ketujuh berturut-turut dengan kenaikan total hampir empat %.

Departemen Perdagangan AS pada Kamis mengatakan bahwa penjualan ritel mencatat penurunan disesuaikan secara musiman 0,4 % pada Januari, lebih buruk dari penurunan 0,1 % yang diperkirakan para ekonom.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim pengangguran awal naik sebesar 8.000 menjadi 339.000 disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 8 Februari, lebih tinggi dari ekspektasi pasar 330.000.

Angka-angka ekonomi yang mengecewakan menyebabkan dolar AS lebih lemah, yang pada gilirannya mendorong harga safe haven emas.

Investor juga sedang menunggu sidang Ketua Federal Reserve Janet Yellen dengan Komite Perbankan Senat, yang awalnya dijadwalkan Kamis tetapi ditunda karena badai salju.

Dalam keadaan saat ini, beberapa analis pasar memprediksi bahwa emas akan menuju ke setidaknya posisi 1.307 dollar AS, sementara yang lain percaya bahwa sebagian besar rebound baru-baru ini adalah short covering dan harga emas bisa jatuh ke arah 1.000 dollar AS.

Perak untuk pengiriman Maret naik 5,4 sen atau 0,27 % menjadi ditutup pada 20,395 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 9,3 dollar AS atau 0,66 % menjadi ditutup pada 1.416,6 dollar AS per ounce.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*