Inflasi Indonesia Meningkat Mendekati 1% Karena Banjir

banjir jakarta 2014Di musim penghujan ini, bencana banjir telah melanda beberapa kota di Indonesia, terutama di Jakarta. Banjir tersebut menghambat hampir semua sektor industri bisnis, terutama distribusi pangan dan menyebabkan inflasi pada tahun 2014 hampir mendekati 1%. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, usai menghadiri rapat FKSSK di kantor DJPU Departemen Keuangan Gedung Frans Seda, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2014.

“Terhambatnya distribusi pangan akan menjadi penyumbang terbesar inflasi Januari 2014 mendekati 1% month-to-month (mtm).
Inflasi close to satu. Historisnya kan 0,8%,” ujar Dody.

Harga bahan pangan yang meningkat dan menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini. Menurutnya, disebabkan oleh terhambatnya alur pendistribusian kebutuhan pokok pada sejumlah daerah. “Pada bahan pokok itu penyumbang inflasi terbesar, karena distribusi terhambat karena akibat dari banjir,” tambah Dody.

Namun, sejauh ini BI belum bisa mengumumkan sejumlah komponen bahan pangan yang telah menjadi penyumbang inflasi terbesar. “Untuk data persisnya untuk per daerah juga ada, tetapi secara overall distribusi pangan sudah ada gangguan,” ucap Dody.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa gangguan distribusi pangan akibat banjir telah memberikan dampak negatif pada harga bahan pokok sejak pekan ketiga bulan Januari ini. “Untuk mengantisipasi dan penanganan lonjakan inflasi dari volatile food, saat ini BI sedang menunggu peran dari Pemerintah,” tutup Dody.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*