Inflasi Pasca Kenaikan Harga BBM dan Sembako Buat Rupiah Tertekan

inflasi rupiahRupiah masih tertekan. Di pasar spot, Rabu (17/7), USD/IDR memang turun 0,57% ke 10.045. Tapi di kurs tengah Bank Indonesia, dollar Amerika Serikat (AS) menguat 0,03% ke 10.040.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, rupiah tertekan kekhawatiran tingginya inflasi pasca kenaikan harga BBM dan kenaikan harga barang selama Ramadan. Selain itu, data ekonomi dalam negeri yang buruk membuat rupiah terpojok.

Kondisi ekonomi China yang melemah pun mendorong pelaku pasar untuk mencari dollar AS. Kata Rully, kalau pun rupiah menguat, itu hanya sementara. Sebab, ada spekulasi The Fed akan mengumumkan penarikan stimulus moneter.

Daru Wibowo, analis Monex Investindo Futures mengatakan, pasangan USD/IDR saat ini sudah memasuki fase keseimbangan di level 10.000

Daru menebak, USD/IDR, hari ini, akan naik di 10.000-10.050. Rully menduga, USD/IDR akan menguat ke 9.998-10.130.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*