Mata Uang Rupiah Masih Tertekan

rupiahTekanan pelemahan diperkirakan masih menggelayuti pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (4/10/2013).  Ini merupakan anomali yang terjadi di tengah tren pelemahan dolar AS atas sejumlah mata uang global.

Pelemahan nilai tukar dolar AS masih berlanjut di tengah terjadinya partial shutdown ekonomi AS yang tidak diketahui hingga kapan penyelesaiannya.

Apalagi beredar kabar bahwa Presiden AS, Barack Obama memeringatkan Wall Street bahwa kelompok Partai Republik akan membiarkan terjadinya default pada utang pemerintah AS dan pada 17 Oktober. Jika hal ini terjadi, menurut riset Trust Securities Indonesia, anggaran di kas pemerintah AS benar-benar habis dan hanya bisa ditutupi dengan cara menaikkan pagu utang ( debt ceiling ).

Kondisi AS yang tengah pelik memberikan berkah bagi sejumlah mata uang global. Rupiah juga naik, khususnya menurut kurs tengah BI. Namun di pasar spot, volatilitas menekan rupiah. Rupiah dalam dua hari terakhir justru turun.

Riset Trust Securities menyatakan rupiah masih bertahan menguat melampaui target resisten Rp 11.557 per dolar AS. Diproyeksikan rupiah bergerak di rentang Rp 11.560-11.523 (kurs tengah BI).

Kinerja Greenback kian lemah setelah data yang dirilis menunjukkan kenaikan angka klaim awal pengangguran pada pekan lalu lebih rendah dari estimasi.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*