Minim Sentimen Positif, Rupiah Masih Melemah

mata uang rupiahSentimen eksternal, terutama dimulainya pengurangan stimulus moneter di Amerika Serikat, masih mendominasi pelemahan sejumlah mata uang, termasuk rupiah.

Pada awal pekan ini, Senin (23/12/2013), pergerakan negatif pun masih membayangi mata uang garuda. Laju nilai tukar dollar AS menguat, menurut riset Trust Securities, seiring aksi pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi plus kebutuhan akan dollar AS menjelang akhir tahun yang juga meningkat.

Adanya spekulasi larangan ekspor barang mentah ditanggapi negatif karena akan berpengaruh pada masih melemahnya neraca berjalan Indonesia. Laju rupiah berada di bawah target support Rp 12.245 per dollar AS.

Rupiah diproyeksi berada di rentang Rp 12.260-12.225 per dollar AS di awal pekan ini (kurs tengah BI).

Laju nilai tukar rupiah masih terbelenggu dalam zona merah sepanjang sepekan kemarin. Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dollar AS masih bergerak menguat.

Akan tetapi, penguatan dollar AS dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*