Proyeksi rupiah masih akan menguat atas dollar AS pada perdagangan

rupiah terhadap dolar asProyeksi rupiah masih akan menguat atas dollar AS pada perdagangan Selasa (18/3/2014). Tren pelemahan dollar AS secara bertahap atas sejumlah mata uang Asia mendukung proyeksi penguatan tersebut.

Mata uang bersama Uni Eropa, euro, justru menguat setelah referendum Crimea di Ukraina mendapatkan hasil wilayah itu memilih bergabung ke Rusia. Namun, riset Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan mata uang yen, US Treasury (UST), dan dollar index melemah pada penutupan perdagangan Senin (17/3/2014) waktu setempat.

Tak terjadinya kerusuhan berarti dalam pelaksanaan referendum Crima sepertinya memuaskan para pelaku pasar. Harga minyak dan komoditas lainnya melemah pada penutupan perdagangan Senin, sekalipun data ekonomi Amerika Serikat terlihat membaik.

Diduga, para investor masih menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada tengah pekan ini. Fokus para pelaku pasar juga mengarah pada sanksi ekonomi yang akan dikenakan ke Rusia terkait krisis Crimea dan Ukraina.

Rupiah menguat hingga Rp 11.200 per dollar AS pada penutupan perdagangan Senin, saat indeks harga saham gabungan (IHSG) tak lagi menguat tajam. Pada saat yang sama, mayoritas mata uang di Asia menguat terhadap dollar AS.

Tren pelemahan dollar AS diperkirkan bakal terus mendukung rupiah pada perdagangan hari ini sekalipun euforia pengusungan Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDI-P meredup.

Riset Trust Securities menyatakan rupiah melampaui level resisten di level Rp 11.395 per dollar AS. Hari ini rupiah diproyeksikan berada di level Rp 11.305-11.235 per dollar AS dalam kurs tengah Bank Indonesia. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*