Rate BI Diprediksi Kembali Naik

bi rateDefisit neraca transaksi berjalan yang masih tinggi membuat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) diperkirakan masih akan naik.

Managing Director & Senior Economist Bank Standard Chartered Indonesia Fauzi Ichsan mengatakan BI rate diperkirakan akan dinaikkan dari 7,5 % menjadi 8 % pada bulan Januari ini.

“Ada potensi BI rate akan naik 50 basis poin menjadi 8 %, karena defisit transaksi berjalan belum banyak berubah,” kata Fauzi di Jakarta, Senin (20/1/2014).

Lebih lanjut, Fauzi menjelaskan beberapa negara dengan defisit transaksi berjalan paling tinggi telah menaikkan suku bunga acuan mereka. Ia mencontohkan Brasil mencapai 10 % dan India antara 7,5 hingga 8 %. Kenaikan tersebut dinilainya telah tepat guna menjaga perekonomian di tengah ketidakpastian perekonomian global.

“Tahun ini beban defisit neraca transaksi berjalan Indonesia akan bertambah besar karena UU Minerba yang membuat nilai ekspor turun sampai 5 miliar dollar AS. Mau tidak mau BI rate harus dinaikkan lagi pada Januari,” ujarnya.(sumber)

Upaya mudah untuk menurunkan defisit neraca transaksi berjalan menurutnya dapat dilakukan dengan menaikkan harga BBM dan tarif pajak. Akan tetapi, dua kebijakan itu tidak mungkin dilakukan tahun ini lantaran Pemilu.

“Satu-satunya jalan keluar adalah tetap pada kebijakan moneter yaitu menaikkan BI rate, sehingga menekan impor,” kata Fauzi.

Fauzi memandang bila impor telah menurun, maka defisit neraca transaksi berjalan akan lebih sehat. Ini akan berdampak pada kestabilan rupiah.

Ia mengatakan bila BI rate telah dinaikkan dan didukung kebijakan fiskal yang baik, maka nilai tukar rupiah berpotensi menguat pada posisi Rp 11.500 per dollar AS.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*