Rupiah Diproyeksikan Kembali Menguat

rupiah terhadap dolar asNilai tukar rupiah diproyeksikan kembali menguat pada perdagangan Selasa (25/3/2014) ini. Hal itu antara lain ditopang sentimen meningkatnya risiko perekonomian di negara-negara maju.

Riset Samuel Sekuritas merilis pernyataan bahwa sejak petang hingga semalam, data Zona Eropa dan AS terus menunjukkan perlambatan ekonomi. Dollar Index tertekan di saat euro menguat tajam serta pasar saham yang berguguran.

Sentimen tersebut diproyeksikan bakal menjaga penguatan rupiah hari ini walaupun risiko perlambatan China akan mencegah perubahan drastis.

Hari ini pemerintah RI akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah. Sentimen positif bisa terpicu walaupun secara umum yield SUN masih di dalam tren kenaikan.

Manufacturing PMI China memang tertekan kemarin, tetapi itu bukan lagi hal baru bagi pasar Asia. Hampir semua mata uang di Asia menguat terhadap dollar AS hingga kemarin sore.

Kurs rupiah NDF tenor satu bulan menguat 0,44 persen walaupun aksi jual masih terlihat di pasar SUN. Yield SUN tenor 10 tahun naik 5,50 basis poin. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*