Rupiah Melemah Lagi Seiring Aksi Profit Taking Investor Asing Di Indonesia

saham indonesia melemahKeadaan mata uang IDR terus tertekan. Hari ini, Selasa (20/8) rupiah mencatat penurunan sebesar 2% menjadi Rp 10.650 per dolar AS. Pelemahan ini merupakan kondisi yang terlemah dalam empat tahun belakangan.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) kemarin naik 0,57% menjadi Rp 10.451 per dolar AS.

Sebelumnya, analis menilai, pelemahan rupiah terjadi karena adanya aksi profit taking para investor di negara berkembang, termasuk Indonesia.  Aksi tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan The Fed mengenai stimulus moneter dan penetapan suku bunga rendah pada september mendatang.

Jakarta Composite Index (IHSG) turun sebesar 5,6 % kemarin, turun terbesar dalam hampir dua tahun belakangan, karena investor asing melakukan penjualan bersih $ 169 juta saham, arus perpindahan terbesar sejak 21 Juni, menurut pertukaran data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Indeks menyapu keuntungan tahun ini dan diperdagangkan pada 13 kali estimasi laba untuk 12 bulan ke depan, level terendah sejak Juni 2012.

“Kami melihat penurunan ini sebagai kesempatan untuk membeli secara selektif saham-saham yang telah mahal di masa lalu,” Boenawan, kepala perusahaan investasi yang berbasis di Schroder Investment Management Indonesia, manajer reksadana terbesar dengan pengelolaan dana sebesar Rp 37,9 triliun ($ 3,6 miliar) di bawah manajemen.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*