Rupiah Sangat Bergantung Pada Keputusan Tapering The FED

rupiah dolar asMata uang rupiah menguat pada perdagangan hari ini Rabu (29/1/2014). Rupiah diperdagangkan menjadi Rp 12.166. Kurs tengah dollar AS di Bank Indonesia tergerus 0,2 % menjadi 12.165.

Seperti dikutip dalam Kompas, banyak faktor yang menyebabkan penguatan rupiah ini, seperti meredanya krisis yang dihadapi oleh negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Membaiknya sentimen luar terhadap aset beresiko juga menjadi penyebabnya.

“Bank Sentral Turki sepakat untuk menaikkan suku bunga 425 basis poin menjadi 12 % untuk meredam capital outflow dari emerging market. Kondisi ini memberikan dorongan bagi kenaikan rupiah seiring membaiknya risk appetite,” tutur Albertus.

Menurutnya, pelemahan rupiah sudah mereda. Pemerintahan Turki berkomitmen menarik kembali hot money. Kondisi ini mengembalikan kepercayaan pasar. Oleh karena itu, besok pergerakan rupiah diproyeksikan bergantung dari keputusan Bank Sentral AS, The Fed.

Apabila The Fed melakukan pengurangan stimulus sebesar 10 miliar dollar AS pada setiap pertemuan, maka bisa berdampak positif bagi dollar AS dan memukul kinerja rupiah.

Sebaliknya, apabila The Fed menunda tapering maka dollar AS berpeluang melemah tajam. Hal ini mendorong rupiah untuk rebound.

Reny Eka Putri, analis pasar uang Bank Mandiri menilai, The Fed belum melakukan tapering. Sebab, target tingkat pengangguran sebesar 6,5 % di AS belum tercapai. Saat ini, tingkat pengangguran AS masih di level 6,7 %.

Ada kemungkinan The Fed mempertimbangkan tingkat pengangguran yang belum sesuai dengan harapan. Di sisi lain, lanjut Reny, rupiah masih dibayangi ancaman inflasi. Banjir yang melanda Ibukota selama lebih dari dua pekan diduga akan melambungkan inflasi Januari.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*