Saham Asia (Kecuali Jepang) Turun – Kenaikan Gandum Berkorelasi Dengan Masalah Ukraina

krisis ukraina 2

saham asia (selain  Jepang) jatuh, dan membuat benchmark  regional menuju penurunan mingguan. Yen melemah setelah keluarnya data inflasi sementara gandum naik dan nikel menghentikan kenaikan bulanan terbesarnya  (sejak 2012) saat AS memperingatkan Rusia dari “kesalahan besar” yang dilakukannya di Ukraina.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,8 % pada 11:44 di Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific menuju penurunan  0,4 % untuk seminggu. Mata uang Jepang turun sebanyak 0,2 %, dan memacu kenaikan 0,7 % untuk  indeks Topix. Gandum berjangka naik untuk hari keempat, naik 0,4 %.  Kedelai dan jagung menguat sekitar  0,3 %. Nikel turun 0,3 % menjadi $ 18.328 per metrik ton di London, dan menuju kenaikan  15 % bulan saat pasokan mungkin akan menurun.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan Rusia akan membuat “kesalahan besar” jika tidak mengubah arah di Ukraina. Rusia adalah eksportir No 5  gandum di dunia, diikuti oleh Ukraina. Harga konsumen di Tokyo naik 2,7 % pada bulan April dari tahun sebelumnya, dan itu adalah lompatan terbesar sejak tahun 1992, didorong oleh kenaikan pajak penjualan dan stimulus yang pertama kali dilakukan  oleh  Bank of Japan.

“Kita perlu berjaga-jaga di risiko geopolitik,” kata Juichi Wako, strategist ekuitas berbasis di Tokyo Nomura Holdings Inc, (broker terbesar di negara itu).

Indeks Kospi di Seoul turun 0,5 %, sementara indeks Taiwan turun 1,1 %. Pasar Australia dan Selandia Baru ditutup untuk liburan.

Indeks  Shanghai Composite naik dan turun. Kweichow Moutai Co, produsen terbesar minuman keras negara tersebut , jatuh 5,8 % setelah laporan untuk pertumbuhan laba kuartal pertama anjlok.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*