Saham Asia Turun – Perekonomian Cina Mungkin Terus Melambat Di Kuartal Pertama

A Chinese investor monitors her stock prSaham Asia jatuh, dan penurunan terparah ada di  saham China, sebelum keluarnya laporan  ekonomi yang akan di rilis minggu depan. Dolar menuju peningkatan  mingguan terbesar dalam dua bulan terhadap mata uang utama, sementara obligasi Australia menguat dan nikel turun.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 % pada pukul 11:46 di Tokyo. Indeks Shanghai Composite merosot 1,1 % karena dilanjutkannya IPO  (initial public offering) setelah dibekukan selama  lebih dari 15 bulan. Standard & Poor 500 (SPX) sedikit berubah. Yield  obligasi 10-tahun Australia turun  delapan basis poin menjadi 4,10 %. Dolar AS  naik 0,7 % terhadap dolar Selandia Baru dan naik  ke level tertinggi dalam tiga tahun terhadap Aussie. Nikel menurun untuk pertama kalinya dalam enam hari

Output pabrik Cina dan pertumbuhan investasi melambat mungkin pada bulan Desember,  dan ini makin memperlihatkan bahwa Negara dengan  ekonomi terbesar kedua di dunia ini kehilangan momentum. Pejabat Federal Reserve President Jeffrey Lacker akan  berbicara hari ini di AS, saat housing starts dan angka output industri akan di laporkan hari ini. Laba Citigroup Inc (C) ‘s agak sedikit meleset  dari perkiraan analis dan Goldman Sachs Group Inc mengatakan pendapatan perdagangan akan menurun.

“Perekonomian China kemungkinan akan terus  melambat pada kuartal pertama,” kata Benjamin Tam, seorang manajer portofolio IG Investment Ltd, berbasis di Hong Kong. “IPO Cina yang dihidupkan kembali  juga  menambah tekanan dalam berkurangnya likuiditas sistem perbankan dan itu mendapatkan memberikan efek  negatif untuk  pasar.”

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*