BI Meramalkan Terjadi Perlambatan Pertumbuhan Kredit DI Semua Sektor

kondisi industri di indonesiaBank Indonesia (BI) melalui Survei Perbankan kuartal IV 2013 memprediksi tren perlambatan pertumbuhan kredit. Diketahui, perlambatan terjadi pada seluruh sektor dan jenis penggunaan kredit.

“Indikasi tersebut tercermin dari angka saldo bersih tertimbang (SBT) hasil survei permintaan kredit baru triwulan IV 2013 yang turun dari 90,0 % di triwulan sebelumnya menjadi 88,5 %,” tulis BI dalam keterangan resmi, Kamis (16/1/2014).

BI mencatat penurunan terbesar atas permintaan kredit baru terjadi pada KPR atau KPA sebagai respons kenaikan suku bunga dan diterapkannya kebijakan lanjutan BI mengenai Loan to Value (LTV) pada September 2013 lalu.

Pertimbangan utama dalam memproyeksikan perlambatan pertumbuhan kredit adalah tren pelemahan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan suku bunga kredit.

“Perlambatan pertumbuhan kredit diperkirakan berlanjut pada 2014. Kondisi ini tercermin pada sebagian besar responden yang memperkirakan pertumbuhan kredit menjadi 19,1 persen (yoy), melambat dibandingkan perkiraan pertumbuhan kredit tahun 2013 yakni 20,8 % yoy,” tulis BI.

Hasil Survei Perbankan menunjukkan suku bunga perbankan baik suku bunga dana maupun suku bunga kredit, diperkirakan meningkat pada kuartal I 2014.

Rata-rata responden memperkirakan suku bunga dana (cost of fund) meningkat 128 basis poin, adapun suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing naik 27, 16, dan 6 basis poin. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*