Jepang : Sikap G8 (Group of Eight) Memperlihatkan Kalau Sudah Bisa Menerima “Abenomics”

David Cameron welcomes Shinzo Abe for the first plenary session of the G8 Summit at Lough Erne in EnniskillenMenteri kabinet Jepang menyambut konfrensi G8 untuk  kebijakan stimulus  Tokyo’s sweeping sebagai dukungan  dalam strategi pemerintah untuk mengakhiri deflasi  yang terjadi selama 15 tahun  dan menghidupkan kembali ekonomi yang loyo.

Menteri ekonomi Jepang bereaksi  menangkis setiap kritik  dari  kebijakan Perdana Menteri Shinzo Abe, yang dikenal sebagai “Abenomics”, yang  sengaja melemahkan yen untuk mendapatkan keuntungan dari ekspor.

Abenomics itu sendiri seperti  “menggabungkan stimulus fiskal, memperluas  pembelian utang oleh Bank of Japan dan reformasi ekonomi, namun beberapa orang berpendapat pemmbauran  kebijakan tersebut  bisa memperburuk beban utang Jepang, mendevaluasi yen dan mengganggu arus modal global.

Jepang belum menjadi sorotan pada pertemuan G8 untuk saat ini, “ujar Menteri Keuangan Taro Aso.

Saat ini mulai Lebih banyak negara yang menganggap  bahwa kebijakan kami akan memberikan kontribusi untuk perkembangan ekonomi global. “

Pertumbuhan Jepang akan didukung oleh stimulus fiskal jangka pendek, kebijakan moneter dan strategi baru ini juga dapat meningkatkan investasi swasta, “katanya

Beban utang Jepang berada pada posisi paling buruk di dunia.  Pemerintah telah berjanji untuk berbuat lebih banyak dalam  mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan pendapatan, tetapi hanya ada sedikit kemajuan yang terealisasi setelah bertahun-tahun

Pemerintahan Abe didorong melalui stimulus fiskal di  awal tahun ini. Pengeluaran ini membantu perekonomian tetapi juga telah menambah beban utang dan makin menjelaskan bahwa  perlunya reformasi fiskal.

 BOJ pada bulan April melakukan  kampanye perluasan program pelonggaran kuantitatif untuk mencapai inflasi 2 %  dalam dua tahun. Berdasarkan skema itu, pembelian surat utang pemerintah bulanan BOJ setara sekitar 70 % dari utang pemerintah yang baru diterbitkan

 Mata uang Yen telah menurun  dari akhir tahun lalu untuk  mengantisipasi pelonggaran moneter yang lebih agresif, dan ini membuat beberapa negara khawatir tentang devaluasi mata uang yang kompetitif

 Menteri Ekonomi Akira Amari menepis kekhawatiran tersebut pada hari Selasa, dan mengatakan “banyak negara yang khawatir tentang mitra dagang yang dimilikinya lalu  sengaja melemahkan mata uang mereka dan saat ini memperoleh manfaat dari hal tersebut”.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*