Mata Uang Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Pelemahan

rupiah indonesiaPerdagangan rupiah di pasar dalam negeri relatif stagnan pada pekan lalu karena libur bersama nasional perayaan puasa-lebaran. Tekanan pelemahan masih membayangi pergerakan rupiah di tengah variatifnya pergerakan mata uang dollar AS secara global.

Di pasar luar negeri, di mana perdagangan tetap berlangsung, rupiah ditutup menguat di Rp 10.267 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) pada akhir perdagangan pekan lalu. Begitupun dengan pasar saham di BEI. Pada penutupan perdagangan dua pekan lalu ditutup di level 4.640,78.

Sedangkan pada akhir pekan lalu (9/8/2013) bursa Asia sebagian besar ditutup turun, sementara bursa global ditutup variatif. Dow indeks turun ke 15.425 (-0,47 persen), sedangkan yield obligasi pemerintah AS (Treasury Bond – TB) 10 tahun naik lagi menjadi 2,706 persen.

Pasar AS selama pekan lalu mengalami tekanan jual seiring dengan data-data ekonomi AS yang semakin baik membuat spekulasi investor terhadap kemungkinan pengurangan (tapering) stimulus moneter the Fed menguat.

Defisit neraca perdagangan AS mengecil di bulan Juni, terendah selama 4 tahun terakhir ditambah dengan data industri jasa-jasa yang meningkat di bulan Juli, tumbuh tertinggi dalam 5 bulan terakhir, dan data jobless claims yang mencatat penurunan terendah dalam satu bulan seperti sebelum ada resesi di AS tahun 2008 lalu.

Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menyatakan pasar Asia kemungkinan akan variatif pada perdagangan hari ini terlihat dari indeks futurenya. Sedangkan untuk rupiah bergerak di kisaran antara Rp 10.270 hingga Rp 10.300 per dollar AS.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*