Harga Minyak Dunia Jatuh Terimbas Ketegangan Amerika-Suriah

rubbermarketnews_RMN_brent_crude_oil_050Harga minyak dunia turun pada Rabu (4/9/2013) waktu setempat, (Kamis pagi WIB) sebelum panel Senat AS memutuskan untuk mendukung serangan militer sebagai hukuman kepada Suriah atas dugaan serangan gas sarin yang membunuh ratusan warga sipil.

Kontrak berjangka minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober merosot 1,31 dollar AS ditutup pada 107,23 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober turun 77 sen menjadi 114,91 dollar AS per barrel di transaksi London.

Pada Rabu pagi, Presiden Obama mendesak dukungan dunia untuk serangan terhadap Suriah guna menghukum penggunaan senjata kimia. “Saya tidak menetapkan sebuah garis merah. Dunia menetapkan sebuah garis merah,” kata Obama, merujuk aturan internasional yang melarang penggunaan senjata kimia, bahkan dalam kasus perang sekalipun.

“Kredibilitas masyarakat internasional dalam bahaya dan kredibilitas Amerika serta Kongres dalam bahaya karena kami hanya memberikan janji di mulut saja untuk gagasan bahwa norma-norma internasional itu penting,” katanya.

Gene McGillian, seorang broker dan analis, mengatakan, sebelum pemungutan suara di Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, penurunan harga minyak mencerminkan kurangnya informasi tentang kemungkinan serangan terhadap Suriah.

Suriah bukanlah produsen minyak utama, hanya keberadaan negara itu yang berdekatan dengan wilayah penting Timur Tengah-Afrika Utara telah menimbulkan kekhawatiran serangan militer AS bisa memperburuk ketegangan regional.

“Pasar tampaknya telah kehilangan banyak momentum dari reli pekan lalu menjadi 112 dollar AS,” kata McGillian. “Ini menunggu untuk melihat bagaimana peristiwa Timur Tengah meletus.”

Investor minyak juga melihat ke depan untuk laporan mingguan persediaan minyak AS yang akan dirilis satu hari kemudian dari hari biasanya pada Kamis karena libur Hari Buruh pada Senin (2/9/2013).

Sebuah survei Dow Jones Newswires terhadap para analis mengungkap, diproyeksikan persediaan minyak akan turun 200.000 barrel. Survei tersebut juga menunjukkan penurunan 600.000 barrel dalam persediaan bensin.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*