2:13 pm - Wednesday April 16, 2014

Apa itu Indikator Moving Average

Apa itu Indikator Moving Average? Moving average atau disingkat MA adalah jenis indikator teknikal yang digunakan untuk menampilkan nilai rata-rata harga forex selama periode waktu tertentu. MA biasanya digunakan dengan beberapa seri data waktu untuk kelancaran fluktuasi harga jangka pendek dan menekankan tren jangka panjang. Muncul sebagai garis melengkung pada grafik harga di chart kita, Moving average digunakan untuk mengidentifikasi tren pasar

Periode waktu rata-rata harga dalam moving average disini dapat dijelaskan misalnya Periode 20 MA, jika dimasukkan dalam chart H1, berarti MA menujukkan rata-rata harga perdagangan selama 20 jam terakhir. demikian juga jika di masukkan dalam chart timeframe lain seperti harian, maka akan menunjukkan rata-rata harga perdagangan 2- hari terakhir.

Tipe Moving Average yang utama sering digunakan trader forex dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Simple Moving Average (SMA)
  2. Weighted Moving Average (WMA)
  3. Exponential Moving Average (EMA)

Apa itu Moving Average

 

Simple Moving Average (SMA)

  • SMA adalah tipe yang paling dasar dari MA. SMA dihitung dari penjumlahan dari seluruh data kemudian dibagi dengan jumlah periode yang di observasi.
  • Formula ini menentukan rata-rata harga dan dihitung dengan cara untuk menyesuaikan dan menanggapi data terbaru yang digunakan untuk menghitung rata-rata.
  • Misalnya, jika Anda hanya menyertakan 15 nilai tukar terbaru dalam perhitungan rata-rata, Harga lama secara otomatis Jatuh setiap kali harga baru  tersedia.
  • Akibatnya, rata-rata “bergerak” setiap harga baru yang masuk dalam perhitungan hanya didasarkan pada 15 harga terakhir.

Weighted Moving Average (WMA)

  • WMA dihitung dengan cara yang sama seperti SMA, namun menggunakan harga yang garis linearnya di perberat untuk memastikan bahwa harga terbaru memiliki dampak yang lebih besar dari rata-rata.
  • Ini berarti bahwa harga tertua yang dimasukkan dalam perhitungan menerima tambahan 1, nilai tertua berikutnya menerima tambahan 2, dan nilai tertua berikutnya menerima tambahan 3, begitu seterusnya sampai ke tingkat yang paling terakhir.
  • Beberapa pedagang menemukan metode ini lebih relevan untuk penentuan tren khususnya di pasar yang bergerak sangat cepat.
  • Kekurangan menggunakan rata-rata bergerak tertimbang WMA adalah bahwa garis rata-rata yang dihasilkan mungkin lebih tidak beraturan pada saat choppy maket dibandingkan simple moving average. Ini bisa membuat lebih sulit untuk melihat fluktuasi tren pasar. Untuk alasan ini, beberapa trader memilih untuk menempatkan WMA dan SMA secara bersamaan

Exponential Moving Average (EMA)

  • EMA mirip dengan SMA, bedanya SMA menghilangkan nilai harga lama karena sudah ada harga baru, sedangkan EMA menghitung rata-rata semua rentang Harga, dimulai pada titik yang Anda tentukan.
  • Contoh membuat EMA 20 hari, maka diperlukan data MA 20 hari terlebih dahulu, baru kemudian data ini dijadikan sebagai titik perhitungan awal, untuk diambil selisih dan pembagiannya

 

Comments

Filed in: Artikel Forex

No comments yet.

Tidak Punya Facebook? Tinggalkan Komentar disini

Gambar CAPTCHA
*