Pertumbuhan Kredit Perbankan Indonesia Melambat Seiring Kenaikan BI Rate

logo biGubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan akan melambat seiring dengan kebijakan menaikkan suku bunga acuan BI (BI rate) sebesar 50 bps menjadi 7 %.

“Menaikkan bunga akan langsung berdampak ke bank-bank yang tumbuh masih tinggi. Mereka akan langsung merespon dengan penyesuaian pertumbuhan kreditnya,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Ia menambahkan, pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun ini diperkirakan hanya 18-20 %. Padahal sebelumnya, BI menargetkan pertumbuhan kredit perbankan sekitar 23-24 %.

Meski menaikkan suku bunga acuan, Agus yakin bahwa pertumbuhan kredit perbankan juga akan berjalan normal, meski lebih rendah. Begitu juga dengan rencana pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan berada di kisaran 5,8-6,2 %.

“Tapi biasnya ke bawah. Secara umum ekonomi kita tetap terkendali, meski kita juga harus waspadai ekonomi dunia,” tambahnya.

Sudah lebih dari 1,5 tahun ini, kata Agus, BI sudah melakukan pengawasan terhadap perekonomian dunia. Dengan kondisi gejolak perekonomian dunia yang belum pasti ini, BI siap merespon dengan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas perekonomian domestik.

Di tempat berbeda, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berharap sektor investasi tidak akan mengalami penurunan akibat kenaikan BI rate ini.

“Saya kira tidak akan mengurangi minat investasi dengan kenaikan BI rate. Saya harapkan tetap ada ekspansi yang cukup di perkreditan,” kata Hatta.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*