Indeks Manufaktur Indonesia Capai Titik Terendah

manufaktur indonesiaKinerja manufaktur nasional melemah. Hal itu terindikasi dari indeks manufaktur Indonesia turun hingga level terendah dalam empat bulan terakhir pada Juni.

Data ini mengisyaratkan industri manufaktur Indonesia ikut terhambat pelemahan permintaan global.

Ekonom HSBC, Su Sian Lim, melalui penjelasan tertulisnya mengungkapkan indeks manajer pembelian atau purchasing managers’ index (PMI) turun menjadi 51,0 pada Juni dari 51,6 pada Mei.

Hasil di bawah 50 mengindikasikan kontraksi dalam aktivitas manufaktur. Angka di atas 50 mengisyaratkan ekspansi.

“Aktivitas manufaktur di Indonesia terus tumbuh, namun laju pertumbuhannya lambat,” tulis  Lim sebagaimana dikutip dari WSJ, Selasa (2/7/2013).

Dia menjelaskan terjadi penyusutan volume permintaan dari ekspor untuk pertama kalinya dalam empat bulan ini. Ini memperlihatkan tantangan dari faktor luar negeri, di tengah-tengah lemahnya pemulihan perekonomian global.

Meski demikian, keseluruhan data PMI menunjukkan penguatan permintaan domestik terus berlanjut, kata Lim dalam sebuah laporan.

“Sejumlah sumber daya dalam negeri, seperti tenaga kerja, terus terpacu maksimal. Terbukti, sub-indeks tenaga kerja naik hingga yang tertinggi dalam 20 bulan.”

sumber

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*