BI Berupaya Menstabilkan Nilai Tukar Rupiah Yang Terus Melemah

logo biDeputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada dua hal yang menjadi komitmen bank sentral dalam menstabilkan kondisi rupiah khususnya terhadap dollar AS ini.

Pertama, terus melakukan koordinasi terkait langkah-langkah stabilitas kondisi makro-ekonomi. Sementara langkah kedua, bank sentral akan terus menjaga stabilitas rupiah dengan mengintervensi sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

“Kita juga akan membeli Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder dan sekaligus mendukung stabilisasi di pasar SBN,” kata Perry saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (19/8/2013) malam.

Perry menambahkan, upaya tersebut sudah menjadi kegiatan rutin bagi bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Imbasnya, memang cadangan devisa Indonesia kita terus merosot. Hingga akhir Juli lalu, cadangan devisa Indonesia tersisa 92,671 miliar dollar AS.

Di sisi lain, bank sentral akan fokus menjaga penurunan defisit neraca pembayaran. Sebab hingga akhir kuartal II-2013, posisi defisit neraca pembayaran Indonesia mencapai 4,4 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bank sentral menargetkan bisa menurunkan defisit neraca pembayaran menjadi hanya 2,7 % hingga akhir kuartal III-2013. Upaya tersebut bisa terjadi karena sebagian besar neraca pembayaran defisit akibat impor minyak masih tinggi.

“Impor migas kita masih tinggi. Nanti di kuartal III akan menurun karena dampak dari kenaikan harga BBM bersubsidi mulai ada. Demikian juga impor migas akan menurun. Saya kira ini akan mendorong perkembangan nilai tukar dan IHSG akan lebih baik ke depan,” tambahnya.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*