Pengurangan Stimulus Tidak Ada Kejelasan, Wall Street Jatuh

gallSaham-saham di Wall Street mengakhiri hari yang yang bergelombang lebih rendah pada Rabu (21/8/2013) waktu setempat, (Kamis pagi WIB), setelah risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve tidak memberikan kejelasan lebih lanjut tentang rencana bank sentral untuk program stimulusnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 105,44 poin (0,70 %) menjadi ditutup pada 14.897,55. Indeks berbasis luas S&P 500 turun 9,55 poin (0,58 %) menjadi 1.642,80, sedangkan indeks komposit Nasdaq menyerah 13,80 poin (0,38 %) menjadi 3.599,79.

Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30-31 Juli menunjukkan Fed terus berdebat tentang kapan waktu penarikan program pembelian obligasinya 85 miliar dolar AS per bulan

Art Hogan, kepala strategi produk di Lazard Capital Markets, mengatakan ketidakjelasan posisi Fed meningkatkan ketidakpastian. “Pasar ingin lebih jelas dan mereka tidak mendapatkan itu,” kata Hogan.

“Pasar bereaksi terhadap kevakuman berita baru ini dan mereka menjual,” tambah dia.

Visa naik 3,0 % menyusul laporan bahwa Federal Reserve bermaksud untuk naik banding atas keputusan pengadilan federal AS yang bisa membatasi biaya yang Visa dapat bebankan kepada para merchant. Sebuah keputusan Pengadilan Distrik AS pada Juli 2013 mengatakan Fed harus berbuat lebih untuk membatasi biaya yang telah mengirim saham Visa melemah tajam.

Perusahaan biofarmasi Incyte melonjak 33,5 % setelah melaporkan bahwa uji obat ruxolitinibnya untuk kanker pankreas metastatik menyebabkan tingkat kelangsungan hidup enam bulan 42 % dibandingkan dengan 11 % untuk kelompok plasebo.

Lowe menguat 3,9 % setelah labanya melonjak 26 % dan perusahaan menaikkan proyeksi laba setahun penuh dari 2,05 dollar AS per saham menjadi 2,10 dollar AS. Prospek perusahaan telah meningkat berkat pasar perumahan bangkit kembali.

Target turun 3,6 % setelah labanya merosot 13,2 % dan perusahaan mengatakan laba setahun penuh akan berada di ujung terendah dari panduannya. Pengecer mengutip “berlanjutnya kehati-hatian belanja oleh konsumen dalam menghadapi tekanan anggaran rumah tangga yang sedang berlangsung” di AS.

Staples merosot 15,3 % setelah labanya turun 4,9 % dan perusahaan memproyeksikan laba setahun penuh pada 1,21-1,25 dollar AS per saham, di bawah 1,32 dollar AS yang diperkirakan oleh analis. “Hasil kuartal kedua lebih lemah dari yang diharapkan,” kata perusahaan tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*