Dolar AS Tertekan Aksi Spekulasi Stimulus

dolar as tertekanDollar AS masih melemah sepanjang pekan. Bahkan, sampai akhir pekan lalu, mata uang negara Paman Sam ini masih melemah terhadap mata uang lainnya.

Pada akhir pekan lalu (18/10), pasangan mata uang AUD/USD naik 0,42% ke 0,9677 dibanding sehari sebelumnya. Sementara itu, pairing USD/JPY menurun 0,16% ke 97,75. Adapun, pasangan EUR/USD menguat 0,09% ke 1,3687. Posisi ini merupakan level terkuat euro sejak akhir tahun lalu.

Mata uang AS, yang kerap disebut the greenback, melemah lantaran minat pelaku pasar pada aset berimbal hasil tinggi mulai meningkat (risk aversion). Selain itu, berdasarkan survei Bloomberg, terhadap 40 ekonom pada tanggal 17-18 Oktober 2013, The Fed belum akan mengurangi pembelian obligasi. Bank sentral AS akan menunda pemotongan stimulus sampai Maret tahun depan.

Kondisi ini memicu tingkat kepercayaan diri pelaku pasar untuk masuk ke mata uang yang lebih berisiko. “Kesepakatan memang sudah ada, tapi penundaan stimulus masih akan sampai akhir kuartal I,” kata Ashraf Laidi, CEO Intermarket Strategi Ltd di London, pada Bloomberg.

Analis Soogee Futures Alwy Assegaf menambahkan, pelaku pasar masih khawatir dengan kondisi ekonomi AS. Sebab, jalan keluar dari debt ceiling hanya memperpanjang masa jatuh tempo, yaitu pemerintah AS boleh mencari utang. Sementara, pembahasan debt ceiling sendiri ditunda hingga 7 Februari 2014.

Selain itu, akibat penghentian kegiatan operasional (shutdown) AS selama dua minggu akan berdampak pada ekonomi di AS. Bahkan, muncul spekulasi, pertumbuhan ekonomi AS di kuartal IV akan turun 0,3% akibat shutdown tersebut.

Analis Harvest International Futures Tonny Mariano pun mengatakan bahwa pasar mengartikan kondisi yang terjadi sekarang akan memicu perdebatan lanjutan. Alhasil, peluang dollar AS melemah masih terbuka lebar. Untuk pekan ini, pelaku pasar menanti data nonfarm payroll AS. (sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*