Perlambatan Ekonomi China Bisa Buat Ekspor Indonesia Ke China Juga Tersendat

indonesia dan chinaPerlambatan perekonomian China akan membuat perdagangan Indonesia ke China juga tersendat. Sebab, selama ini China merupakan tujuan ekspor yang tertinggi dari Indonesia.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Sehingga, kinerja perdagangan bilateral Indonesia mengalami tekanan. jika perekonomian negara tersebut melambat.

Data pada Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang 2012, nilai investasi langsung dari China ke Indonesia mencapai 600 juta dollar AS atau meningkat hampir 90 persen dibandingkan tahun 2011.

Sementara itu, volume perdagangan China-Indonesia tahun 2012 mencapai 66,2 miliar dollar AS atau naik 94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk terus mendorong fundamental ekonomi dan mempertahankan laju ekonomi domestik, kata Firmanzah, pemerintah terus mengintensifkan sejumlah kebijakan khususnya mengurangi efek tekanan perlambatan China.

“Pemerintah akan mempertahankan daya beli masyarakat sebagai mesin pertumbuhan nasional. Selain itu, dari sisi belanja pemerintah (modal, barang dan pegawai) juga terus didorong untuk untuk menahan tekanan ekonomi paska perlambatan China,” kata Firmanzah seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin (22/7/2013).

Sesuai data Kementeriaan Keuangan hingga semester I-2013, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat Rp 421,1 triliun atau 35,2 persen dari pagu Rp 1.196,8 triliun. Realisasi ini meliputi belanja pegawai Rp 106,9 triliun (45,9 persen pagu Rp 233 triliun), belanja barang Rp 45,1 triliun (22,2 persen pagu Rp 202,6 triliun) dan belanja modal Rp 34 triliun (18,1 persen pagu Rp 188,3 triliun).

Meskipun Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2013 sebesar 5,9 persen atau lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 6,2 persen, menurut Firmanzah, pemerintah tetap optimistis pertumbuhan ekonomi 2013 dapat mencapai 6.3 persen.

“Pertumbuhan ini lebih tinggi dari proyeksi Bank Dunia mengingat sejumlah instrument yang mampu menstimuli permintaan domestik belum sepenuhnya berjalan, misalnya belanja modal Pemerintah yang baru mencapai 18 persen,” terangnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*