Mata Uang Rupiah Masih Tertekan Dolar AS

rupiah terhadap dolar asNilai tukar rupiah atas dollar AS pada perdagangan Kamis (1/8/2013) diperkirakan masih cenderung melemah. Pergerakan itu akan dipengaruhi posisi sejumlah mata uang di kawasan Asia hari ini.

Nilai tukar rupiah menguat signifikan, ditutup di Rp 10.257 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg) walaupun sempat melesat ke Rp 10.300 pada perdagangan harian kemarin. Mata uang yen juga masih menguat ditutup di 97,88 per dollar AS.

Sementara itu sebagian besar bursa Asia ditutup turun, sedangkan bursa Indonesia (IHSG) naik tipis di 4.610,38 (0,04 %). Untuk bursa global ditutup variatif semalam waktu Indonesia. Indeks Dow turun ke 15.499,5 (0,14 %).

Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS (Treasury Bond) 10 tahun naik menjadi 2,61 %. Dollar AS memperpanjang pelemahan versus euro pasca Federal Reserve mempertahankan laju pembelian 85 miliar dollar AS obligasi per bulan dan mengatakan bahwa lambatnya inflasi berpotensi menghambat ekspansi ekonomi.

The Fed menilai perekonomian masih membutuhkan dukungan meskipun terus menunjukkan pemulihan. Hal ini memperkecil indikasi pengurangan stimulus dalam waktu dekat. Sebelumnya si hijau sempat terdongkrak oleh kenaikan angka pekerjaan di sektor swasta dan pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.

Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menyatakan walaupun ada potensi penguatan pada pasar Asia hari ini karena indeks futurenya tetapi kemungkinan pasar Asia akan terkoreksi merespon hasil FOMC the Fed itu.

“Sedangkan untuk rupiah cenderung melemah dan bergerak kembali di kisaran antara Rp10.270-10.300 per dollar AS,” kata Lana di Jakarta.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*