Dolar AS Kembali Menguat Setelah Kepastian Stimulus Dikurangi Tahun Ini

dolar asDollar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Pernyataan Ben S Bernanke, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat bahwa The Fed masih membuka kemungkinan untuk mengurangi stimulus keuangan pada akhir tahun ini, menjadi salah satu penyebab dollar AS terangkat.

Pasangan EUR/USD, Kamis (18/7) pukul 17.18 WIB, melemah 0,63% menjadi 1,3108 dibanding sehari sebelumnya. Pasangan USD/JPY menguat 0,41% menjadi 100,00 dan pasangan AUD/USD turun 0,61% menjadi 0,9181.

Gubernur The Fed, Ben Bernanke di hadapan Kongres AS, Rabu malam (17/7) mengatakan, proses pengurangan ataupun penghentian program stimulus keuangan di AS bisa saja dipercepat. Namun, proses tersebut akan dilakukan dengan syarat perekonomian AS terus menunjukkan pemulihan.

Tony Mariano, analis Harvest International Futures mengatakan, walaupun pernyataan tersebut tidak terlalu mengagetkan dan belum ada kejelasan waktu, namun itu telah memberikan sentimen penguatan yang cukup besar bagi dollar AS. Sentimen itu mengalahkan sentimen positif dari Australia mengenai pernyataan Gubernur Bank Sentral Australia yang tidak akan mengubah arah kebijakan keuangan dalam waktu dekat ini. Dus, dollar Australia tidak banyak terangkat bahkan melemah terhadap dollar AS.

Keadaan Fundamental di daerah Eropa yang buruk bisa membuat mata uang euro menjadi tertekan. Pergerakan harian pasangan EUR/USD secara teknikal menunjukkan potensi pelemahan. Ini bisa dilihat dari perubahan arah pergerakan stochastic dari naik menjadi turun. Sinyal pelemahan juga ditunjukkan bollinger band yang berada di bawah tren garis tengah.

Moving average convergence divergence (MACD) berada di area bawah 0 menunjukkan pasangan mata uang ini akan cenderung turun. Relative strength index (RSI) berada di area netral menandakan bahwa pergerakan mata uang ini akan cenderung mendatar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*