Harga Minyak Akan Kembali Begejolak Jika AS Memutuskan Serang Suriah

tambang minyakHarga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak liar pada transaksi Rabu (4/9). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 14.15 waktu Singapura, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Oktober turun 47 sen menjadi US$ 108,07 per barel.

Kemarin (3/9), harga kontrak minyak melaju sebesar 89 sen dan ditutup pada posisi US$ 108,54 sebarel.

Pergerakan harga minyak menjadi liar paska Presiden AS Barack Obama memenangkan dukungan dari dua partai oposisi untuk melakukan aksi militer terhadap Suriah. Hal itu memicu kecemasan bahwa suplai minyak dari Timur Tengah akan terpangkas jika konflik semakin meluas.

“Harga minyak akan sangat volatil jika AS memutuskan untuk menyerang Suriah. Pasar juga akan jumpalitan. Hal ini lebih berdampak pada kawasan Timur Tengah, bukan hanya Suriah saja,” jelas David Lennox, resource analyst Fat Prophets di Sydney.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober turun 2 sen menjadi US$ 115,66 per barel di ICE Futures Europe exchange. Jika dibandingkan dengan harga minyak WTI, harga minyak Brent lebih premium US$ 7,59 per barel.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*