Aksi Beli IHSG Masih Berpeluang Untuk Selektif

inflasi rupiahIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki perdagangan awal pekan, aksi beli selektif masih berpeluang terjadi dengan sentimen rilis laba emiten 2013. Meski begitu, penguatan diperkirakan terbatas menyusul aksi ambil untung pemodal.

“IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan support di 4680 dan ressiten di 4740,” kata Yangpi, Branch Manager First Asia Capital Pontianak kepada TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Senin (22/7/2013).

Ia menjelaskan, IHSG akhir pekan lalu ditutup flat hanya naik 3,976 poin di 4.724,411. Dilihat sepekan IHSG berhasil menguat 1,97 persen di tengah tren pelemahan rupiah atas dolar AS yang pekan kemarin kembali menembus Rp 10.000/US dolar. Penguatan IHSG pekan kemarin terutama ditopang saham-saham perbankan, properti, jasa konstruksi dan tambang logam.

Pergerakan IHSG cenderung konsolidasi dengan volume dan nilai transaksi relatif menipis. Volume transaksi rata-rata harian di Pasar Reguler pekan lalu hanya 3,35 miliar saham turun dibandingkan pekan sebelumnya 3,62 miliar saham. Nilai transaksi rata-rata harian hanya Rp 4,57 triliun turun dari pekan lalu yang mencapai Rp 5,15 triliun.

Menurut Yangpi, faktor penggerak pasar sepekan kemarin adalah antisipasi pencapaian laba emiten sektoral 2Q13 yang mulai dirilis akhir bulan ini. Dari eksternal pasar tertuju pada data-data ekonomi AS yang cenderung membaik dan testimoni Bernanke yang memberikan ruang bagi stimulus apabila kondisi perekonomian AS masih belum membaik.

Sementara Wall Street akhir pekan lalu ditutup flat. Indeks DJIA terkoreksi tipis 0,03 persen di 15.543,74 terutama dipicu koreksi saham Google dan Microsoft yang pencapaian labanya dibawah estimasi pasar. Selama sepekan indeks saham global cenderung ditutup di teritori positif.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*