Pelemahan Rupiah Membuat Masyarakat Khawatir

mata uang gilaBank Indonesia (BI) masih memandang pelemahan rupiah terhadap dollar AS masih sesuai dengan kondisi fundamental dalam negeri.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, penguatan dollar AS ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan valas oleh nasabah korporasi atau ritel, termasuk untuk membayar repatriasi dividen dan hasil investasi.

Jika dibandingkan dengan awal tahun hingga saat ini, nilai tukar rupiah melemah 5,71 persen (ytd). Meski mengalami depresiasi, nilai tukar rupiah ini masih searah dengan depresiasi mata uang negara-negara lain di kawasan.

“Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan rupiah mulai konvergen ke level keseimbangan baru yang mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia,” kata Agus dalam siaran pers di Jakarta.

Agus menambahkan, pasar valuta asing semakin bergairah dengan mekanisme pasar yang bekerja dengan lebih baik.

Sehubungan dengan hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia juga meminta agar masyarakat dan pelaku pasar tetap tenang sambil menekankan bahwa Bank Indonesia akan tetap melakukan pemantauan secara cermat dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamental perekonomian.

Kemarin, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 10.120-Rp 10.265 per dollar AS dan ditutup pada Rp 10.180-Rp 10.220 per dollar AS. Berdasarkan kurs tengah BI hingga kemarin, nilai tukar rupiah hingga saat ini berada di level Rp 10.222 per dollar AS. Sementara akhir pekan lalu, rupiah bergerak di level Rp 10.070 per dollar AS.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*