Rusuh di Mesir Berimbas pada Produsen Otomotif

rusuh-mesirTak hanya korban jiwa, kisruh politik di Mesir juga berdampak serius terhadap berbagai bisnis, termasuk menimpa produsen mobil.  Pengaruh paling besar dialami Toyota yang membekukan sementara aktivitas dagang dan produksi sampai situasi kembali normal.

Di negara yang Presiden Muhamed Morsi dikudeta oleh militer (3/7) itu, Toyota me-reset ulang seluruh operasi, meski tidak satu pun dealer rusak akibat demonstrasi.

Kendati begitu, juru bicara Toyota mengatakan kepada Autonews Europe bahwa pihaknya masih harus memastikan aktivitas perakitan Fortuner CKD di Kairo dengan pekerja lebih dari 700 orang.

Beberapa produsen juga menunggu dan melihat situasi agar bisnis kembali normal. General Motors juga punya fasilitas perakitan di Kairo, tetapi masih belum mengumumkan dampak adanya kerusuhan dan demonstrasi di ibu kota.

Renault yang sudah merambah Mesir sejak 1979 punya sikap sama dengan GM. Kemudian, 38 dealer tersebar di negara itu saat ini masih beroperasi, meski sudah diperintah untuk menaikkan status kewaspadaan.

Mesir termasuk negara pemroduksi mobil terbesar di Afrika setelah Afrika Selatan dan Maroko. Berdasar data Internatonal Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA), tahun lalu, 36.800 unit mobil keluar dari pabrik-pabrik perakitan.

Penjualannya juga cukup menggiurkan, empat bulan pertama tahun ini mencapai 68.106 unit, naik 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Chevrolet menjadi merek paling laris dengan total 16.124 unit pada kuartal pertama 2013. Lalu disusul Hyundai (10.510), Toyota (6.798), Kia (5.435), dan Renault (3.155).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*