Pekan Buruk Bagi Rupiah, Tunggu Rilis Data Inflasi

rupiah vs dolar usRupiah terlunta-lunta selama sepekan ini. Di pasar spot, Jumat (29/11/2013), rupiah ditutup di level 11.965 atau melemah 2,26 % dibanding pekan lalu. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah juga ambles ke level 11.977 atau melemah 2,31 % dalam sepekan.

Sentimen internal banyak memberikan tekanan terhadap rupiah. Kekhawatiran pasar terhadap kinerja ekonomi di dalam negeri yang diperkirakan semakin memburuk. Khususnya, menjelang rilis data inflasi dan ekspor pekan depan. Tekanan juga datang dari kenaikan permintaan dollar Amerika Serikat (AS) menjelang akhir bulan.

Sedangkan, sentimen eksternal juga masih setia menekan pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk di awal pekan pertama di ujung tahun ini, Senin (2/12/2013).

Rilis sejumlah data, termasuk data inflasi bulan lalu, di awal pekan ini bakal memengaruhi gerak rupiah dalam jangka pendek.  Laju nilai tukar rupiah masih dalam tren melemah sepanjang sepekan kemarin. Mulai pulihnya kondisi ekonomi Amerika Serikat ternyata tidak sepenuhnya memberikan imbas positif.

Menurut riset Trust Securities, tercapainya target lelang obligasi Pemerintah RI dalam bentuk dollar AS pekan lalu turut menekan rupiah. Pemerintah menargetkan lelang dapat tercapai senilai 450 juta dollar AS namun yang tercapai hanya 190 juta dollar AS.

Hingga akhir pekan, laju rupiah bukannya membaik malah tambah tidak menarik. Di sisi lain, penilaian pelaku pasar terhadap neraca perdagangan dan pembayaran Indonesia turut menambah sentimen pelemahan Rupiah. Euro yang melaju positif mengalahkan dollar AS seiring rilis inflasi tahunan Jerman yang akseleratif dan dapat mengimbangi sentimen dari perkiraan langkah Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan melonggarkan kebijakan moneternya juga tidak banyak berpengaruh terhadap laju rupiah.

Secara global, rilis data-data di AS menunjukkan hasil yang baik  seperti data klaim pengangguran yang berkurang, data manufaktur dan indeks kepercayaan konsumen yang meningkat. Ini memberi sinyal tapering semakin kuat. Rilis data-data AS tersebut membuat sentimen pengurangan stimulus (tapering off) The Fed semakin besar. Hal itu membuat permintaan atas dollar AS terus naik dan imbasnya ada pada pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah pekan ini diproyeksikan berada di rentang Rp 12.150-11.666 (kurs tengah BI). Bank Indonesia diperkirakan berjaga di pasar secara ketat.(sumber)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*