Kondisi Politik Mesir Masih Tegang Ketika Nominasi PM Ditolak

Mohamed ElBaradeiKrisis politik Mesir belum menunjukkan titik terang, empat hari setelah militer menggulingkan Presiden Muhammad Mursi. Ketidakpastian kembali meruyak setelah upaya menunjuk politikus liberal Mohamed ElBaradei sebagai perdana menteri ditolak faksi lain dalam koalisi pemerintahan transisi Mesir.

Sabtu lalu, sejumlah media Mesir mengabarkan bahwa ElBaradei—tokoh oposisi yang juga mantan Ketua Badan Pengawas Nuklir PBB—telah ditunjuk oleh presiden ad interim Adly Mansour sebagai perdana menteri sementara. Namun kabar ini segera diralat setelah ada penolakan keras dari Partai Nour, partai kedua terbesar dalam koalisi pemerintahan transisi. Mereka bahkan mengancam akan menarik dukungan jika ElBaradei naik menjadi perdana menteri.

»Nominasi ElBaradei melanggar peta jalan yang telah disepakati kekuatan-kekuatan politik nasional dengan Jenderal Abdel Fatah al-Sissi,” kata Ahmed Khalil, Wakil Pemimpin Partai Nour, kepada salah satu koran Mesir, harian Al-Ahram. Jenderal Al-Sissi adalah Panglima Militer Mesir yang mengumumkan penggulingan Mursi, Kamis pekan lalu.

»Indikasi-indikasi mengarah ke satu nama, tapi perundingan masih berlangsung,” kata juru bicara kepresidenan Mesir pada Sabtu malam lalu waktu setempat. Belum bisa dipastikan sampai kapan perundingan berlangsung dan kapan kabinet baru Mesir akan diumumkan.

Sementara negosiasi politik berlangsung, situasi di jalan di Mesir terus bergolak. Gerakan pendukung Mursi, yang disokong Al-Ikhwan al-Muslimun, terus bentrok dengan penentangnya. Sampai kemarin, sedikitnya 37 orang tewas dan lebih dari 1.000 orang terluka dalam bentrokan besar pada Jumat pekan lalu.

Militer Mesir kemarin menyatakan tentara akan terus memperketat keamanan dan menindak tegas »aksi-aksi provokatif”.  Al-Ikhwan, pendukung utama Mursi, terus berkampanye mengecam manuver militer dan menyebutnya kudeta atas demokrasi. Mereka menuntut posisi Mursi sebagai presiden segera dipulihkan. Saat ini Mursi berada dalam tahanan militer yang lokasinya dirahasiakan.

Pemimpin tertinggi Al-Ikhwan, Muhammad Badie, menjaga komunikasi dengan pendukungnya via Facebook. Kemarin, salah satu posting-nya menuding »para pemimpin kudeta inkonstitusional terus mencederai hak-hak rakyat Mesir”. Wakil Badie, Khairat el-Shater, sudah ditangkap.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Gambar CAPTCHA

*